Kamis, 01 Juli 2010

“Lesehan” HMI Lahirkan Ide Cemerlang



Foto: Trisno Palpres
HMI tetap membudayakan kajian lesehan, tampak pada gambar sejumlah anggota HMI Koms Tarbiya tengah melakukakan kajian ilmiah di lapangan bola kaki IAIN Raden Fatah Palembang, kemarin (1/7).

-----------------------
SUDIRMAN. PE – Suasana lingkungan IAIN Raden Fatah sekitar pukul 10.00 WIB sedikit lengang dari hari biasanya. Kendati demikian, masih terlihat mahasiswa berlalu lalang melintasi jalan mengelilingi kampus biru yang ada di jalan Jenderal Sudirman, KM 3,5 Palembang ini.
Di tengah kesibukan sejumlah mahasiswa yang sedang menyelesaikan berbagai tugas, tampak di bibir lapangan hijau kampus berbasis Islam ini sejumlah mahasiswa lain tengah asyik mendengarkan pembicaraan dari salah seorang narasumber yang diketahui bernama Kgs Abdurrahman.
Belakangan diketahui, kegiatan kajian keilmuan dengan konsep lesehan ini digelar HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Ditengah isu menipisnya pergerakan mahasiswa dikalangan kampus nampaknya ditepis dengan kegiatan kajian tersebut.
Organisasi ekstra kampus tertua di Indonesia ini nampaknya tetap membudayakan kajian keilmuan dengan konsep lesehan. Dengan diskusi kecil dan sederhana, tidak menutup kemungkinan melahirkan ide-ide cemerlang dalam membangun bangsa ini. Karenanya fungsi mahasiswa sebagai Agen Of Change (Agen Perubahan) benar-benar terwujud.
Kgs Abdurrahman, mantan ketua umum HMI Cabang Palembang periode 2007-2008 yang juga menjadi narasumber pada kajian lesehan tersebut mengatakan, kajian dengan konsep lesehan memang sudah menjadi budaya kegiatan HMI. Mulai dari Pengurus Besar, Badan Koordinasi (Badko), Cabang Hingga Komisariat.
“Kajian ini memang menjadi budaya di HMI, dan biasanya yang menyelenggarakan kajian ini bidan perguruan tinggi, kemahasiswaan dan pemuda,” katanya.
Dalam kajian sendiri, berbagai ilmu pengetahuan yang diajarkan di kampus pun biasanya menjadi topik kajian. Bukan itu saja, kajian mengenai kemahasiswaan pun kerap kali mengisi kajian keilmuan ini. Seperti saat itu tema yang diusung dalam kajiannya yakni peran strategis mahasiswa dalam menciptakan student governance.
“Berbagai isu yang hangat kita bicarakan disini. Bahkan jika ada isu nasional yang lagi hot biasanya kita kaji juga dan membandingkan dengan konsep good governance,”jelasnya.
Menurutnya, semangat mahasiswa dalam menimba ilmu pengetahuan menjadi targetnya. “Digelar dengan lesehan diluar ruangan ini menjadi nuansa berbeda dalam menciptakan kondisi yang lebih nyaman,” katanya. RIS

Rebutan 5 Ribu Kursi SMA Negeri


foto: Trisno Palpres--
Sejumlah panitia PSB 2010 tengah menerima berkas LJK yang diberikan kepala sekolah kemarin (1/7)

---------------

DR Wahidin. PE – Dapat belajar di SMA Negeri tentunya menjadi kebanggaan bagi pelajar di kota metropolis. Tidak heran jika masa Penerimaan Siswa Baru (PSB) ribuan calon siswa SMA mendaftarkan diri untuk dapat masuk ke sekolah dambaannya. Kemarin (1/7) sebanyak 13.650 calon siswa ikut test PSB SMAN Negeri di 19 SMA Negeri di kota ini. Padahal kursi yang disediakan untuk belajar di sekolah tersebut hanya berkisar 5.000 siswa. Artinya ada sekitar 8.650 siswa akan disisihkan untuk dapat belajar di sekolah negeri.
Hal itu diungkapkan M Nursamsu, Kasi Kurikulum dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) kota Palembang yang juga anggota PSB 2010 saat ditemui di ruang kerjanya.
Dikatakannya, saat ini ada 13.650 siswa yang mendaftar untuk ikut Test PSB di SMA Negeri, sedangkan quota sekolah di kota Palembang ini hanya ada 5.000 siswa.
“Pada dasarnya quota untuk tiap sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri, tapi secara umum ada 5.000 siswa untuk masuk ke 19 sekolah negeri yang ada. Nah, bagi siswa yang tidak lulus pada test ujian masuk ini bisa melanjutkan ke sekolah swasta yang ada,” ujarnya.
Dikatakannya, seleksi pada PSB ini sesuai dengan nilai terendah serta bangku yang ditampung dalam sebuah sekolah. Untuk lembar jawaban ini menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) sebanyak 100 soal yang terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan IPS. “Karena pelaksanaan PSB ini hanya 1 hari, jadi 5 pelajaran tersebut digabung, artinya dalam satu pelajaran ada 20 soal,” katanya.
Seperti pada Ujian Nasional pada umumnya, LJK itu sendiri nantinya akan di scanner oleh mitra panitia PSB dan baru pada 7 Juli mendatang, siswa dapat mengetahui kelulusan.
Pengumuman kelulusan lanjutnya, dapat di lihat di internet dengan situs www.diknaspalembang.go.id, atau SMS ke 888, atau bisa juga langsung melihat ke sekolah masing-masing.
“Pengumuman bukan saja dapat dilihat dari sekolah, tapi bisa mengunjungi situs diknas serta sms,”pungkasnya.
Pada PSB kali ini tegasnya, tidak ada jual beli bangku. Proses itu sendiri dapat diketahui jika ada siswa yang masuk tidak sesuai dengan prosedur. “PSB ini hanya satu hari, jika ada siswa diluar hari itu berarti ada jual beli bangku. Tapi yakinlah, tidak akan ada jual beli bangku itu,” tegasnya.
Untuk sekolah yang memiliki status Rintisan Sekolah Berstandar Internasional, sudah terlebih dahulu menerima siswanya.
Dan sekarang sekolah tersebut sedang mengadakan Masa Orientasi Siswa. adapun sekolah yang dimaksud yakni SMAN 17 Palembang, SMAN 5 Palembang dan SMAN 6 Palembang. “Memang kita bedakan karena statusnya RSBI, sistemnya juga berbeda,” tutur Nursamsu. RIS

Rabu, 30 Juni 2010

MAN 3 Kebagian 40 Unit Komputer Dari KOICA



PAKJO. PE – Dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam sebuah lembaga pendidikan, selain memiliki SDM yang berkualitas juga didukung dengan fasilitas pembelajaran. Nah, kemarin (30/6) Korea International Coorperation Agency (KOICA) sebuah organisasi social yang berasal dari Korea Selatan memberikan bantuan sebanyak 40 Unit Komputer Information Communication Technology yang ramah lingkungan kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang.
Komputer sendiri memang di desain ramah lingkungan, proses operasi computer tersebut tidak menimbulkan polusi dan radiasi yang dapat mencemarkan udara. Bukan hanya itu, bentuk CPU computer sendiri memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang computer pada umumnya.
Koo Hyun Jin Volunteers Program Manager Korea Overseas Volunteers Program KOICA Indonesia office saat dibincangi Koran ini mengatakan, pada periode tahun 2010 ini pihaknya memberikan bantuan berupa 40 unit computer untuk kemudian dapat dimanfaatkan bagi siswa di MAN 3 Palembang ini. “KOICA hari ini (kemarin.red) memberikan bantuan sebanyak 40 unit computer dan network,”ujarnya dalam bahasa Indonesia.
Bukan itu saja, KOICA juga memperbaiki bangunan Laboratorium computer di sekolah unggulan tersebut. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan.
Di Indonesia ada 80 orang sukarelawan KOICA yang memfokuskan pada beberapa bidang projek. Diantaranya, Pemberian Komputer, Penguasaan Bahasa Korea, Pertanian, Makanan, Kelautan, Keperawatan, dan Pendidikan. “Untuk di Palembang, kita mengirimkan 2 sukarelawan yang ditempatkan di MAN 3 dan SMKN 6,”lanjutnya.
Pemberian komputer ramah lingkungan ini juga sebagai upaya mendukung pemerintah untuk mengantisipasi global warming. Dengan komputer ini, tidak akan ada polusi dan radiasi yang dikeluarkan. “Ini teknologi terbaru, komputer ramah lingkungan,”kata Koo.
Kerjasama peningkatan pendidikan ini rupanya sudah berlangsung selama 6 tahun, jika tahun sebelumnya MAN 3 mendapatkan bantuan tenaga pengajar untuk bilingual, untuk tahun pihaknya mendapatkan bantuan komputer. “ Untuk SMKN 6 kita bantu tenaga pengajar untuk pendidikan bilingual, karena itu yang dibutuhkan,”pungkasnya.
Mr Sung Ho Chon kepala KOICA mengatakan, pemberian bantuan ini merupakan bentuk hubungan harmonis yang sudah dijalankan negara Indonesia dengan Korea. Menurutnya, ada sekitar 3.000 orang Indonesia yang bekerja di Korea, begitu juga sebaliknya, ada 3.000 orang Korea yang bekerja di Indonesia. “Melalui kegiatan ini dapat terus terjalin hubungan diantara kita,”katanya yang dibantu transleter.
Drs H Ahmad Zainuri MPDi kepala sekolah MAN 3 mengatakan, bantuan guru dari KOICA sejak tahun lalu sangat membantu kegiatan belajar mengajar. Karenanya pihaknya berharap agar hubungan tersebut terus berlanjut. Kendati per Januari sudah habis masa abdinya. “Bantuan guru mengajar untuk bilingual sangat membantu proses belajar kita, karena itu kita harap hubungan kita terus tersambung,”katanya kepada ratusan siswa yang hadir dalam penyerahan secara simbolis 40 unit komputer tersebut.

Senin, 28 Juni 2010

Pelaku Pornografi = Teroris

MERDEKA. FE – Kasus video panas yang diperankan artis populer Ariel Peterpan bersama dua teman wanitanya yang masih dalam pendugaan mirip dengan Luna Maya dan Cut Tari masih hangat diperbincangkan di tengah masyarakat luas. Tersebarnya video tersebut seakan menjadi faktor utama pendegradisian turunnya moral remaja. Bahkan pelaku pornografi maupun pornoaksi bisa diposisikan sebagai teroris. Sehingga sanksi dan penerapan hukumnya pun harus sama dengan teroris.
Hal itu diungkapkan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel Ustadz H Umar Said saat menjadi salah satu narasumber talkshow ‘Ada Apa Denganmu, Menyikapi Pornografi Di Antara Popularitas’ di aula Stikes Bina Husada Palembang kemarin (28/6).
Menurutnya, dampak yang dihasilkan bagi moral remaja setelah melihat gambar berbau porno ini sangat besar. Apalagi saat ini perkembangan teknologi tanpa batas ini sangat pesat, sehingga pengaksesan video sangat mudah didapatkan oleh remaja yang pada umumnya masih mencari jati diri. “Remaja sangat dekat dengan teknologi, untuk mengerjakan tugas mau tidak mau harus menggunakan teknologi. Karena tidak ada benteng keimanan, saat hendak mengerjakan tugas ada-ada saja thogut (pengikut setan.red) memainkan pikiran remaja. hingga dalam waktu 3 jam hanya setengah jam mengerjakan tugasnya, selebihnya mencari film-film porno,”katanya.
Apalagi saat ini menyebar ditengah masyarakat film beradegan panas yang diperankan Ariel Peterpan, hingga disebut-sebut ada 32 kasus perkosaan terjadi setelah menonton film panas ini. Karena itu, film tersebut menjadi kekhawatiran bagi orang tua mengenai moral yang dihasilkan dari menonton film tersebut. “Film porno itu merupakan teror yang luar biasa bagi orang tua yang memiliki anak gadis,”tegasnya.
Karena itu lanjut Umar, pelaku pornografi maupun pornoaksi harus diposisikan sebagai teroris, mengingat dari dampak yang cukup besar. Karena itu juga, dalam proses pemberantasan pelaku pornografi ini harus sama dengan pelaku teroris. Jika dalam penanganan teroris tidak diberlakukan praduga tidak bersalah, begitu juga sebaliknya dengan pemberantasan pelaku pornografi ini. “Untuk memberantas pelaku pornografi ini harus ada detasemen khusus yang menanganinya seperti detasemen 99. Sehingga dapat mempercepat proses kasus ini. Jika teroris tidak menggunakan praduga tidak bersalah sedangkan pelaku pornografi masih menggunakan. Teror yang luar biasa bagi orang tua yang memiliki anak gadis,”jelas Umar.
Masih dikatakan pria alumni HMI Cabang Palembang ini, keberadaan teknologi ditengah masyarakat juga menjadi polemik. Keberadaan teknologi tersebut boleh diibaratkan pisau bermata dua, jika orang memilih pisau bagian tajam, diibaratkan penyimpangan teknologi. “Nah karena itu remaja harus memilih pisau yang bagian tidak tajam,”ibaratnya.
Sementara itu Ustadz Luthfi Izzudin Ketua Fatwa MUI Sumsel mengatakan, proses percepatan pengungkap video Ariel tersebut harus dilakukan, karenanya moralitas bangsa dan Undang-undang yang tegas mendukung percepatan pengungkapan tersebut. “Karena itu umat akan paham dan tidak meraba-raba,”katanya.
Begitu juga dengan proses hukumnya, baginya pengungkapan video ini seyogyanya harus dilakukan seperti polri mengungkap terorisme. “Kita tidak berburuk sangka dengan mengatakan aparat kita seakan mengulur-ulur kasus ini. Jika teroris begitu cepat di tembak mati, sedangkan pornografi ini tidak. Padahal dampak yang dihasilkan luar biasa bagi moral remaja kita,”jelasnya.
Rian Hidayat Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) An Najm Bina Husada mengatakan, saat ini moralitas remaja sangat memprihatinkan, di tambah lagi maraknya video yang tengah masyarakat. “Dalam Islam sendiri di kenal Ghozulul Fikri (Perang pemikiran.red), karena itu harus ada benteng untuk melawan perkembangan video itu,”tegasnya.

Minggu, 27 Juni 2010

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polsri

Keliling Kampus, Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Peringatan hari narkoba internasional yang jatuh setiap tanggal 26 Juni ini menjadi moment penting untuk mensosialisasikan bahaya menggunakan obat psikotropika tersebut. Seperti yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang ini, moment 26 Juni digunakannya untuk keliling kampus mensosialisasikan bahaya narkoba. Bukan itu saja, aksi social yang juga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel serta ikatan bujang gadis Polsri ini juga mengadakan penggalangan dana dan pembagian striker kepada mahasiswa di lingkungan polsri.
Bermula dari gedung KPA sekitar pukul 09.30 WIB, puluhan mahasiswa ini mulai melakukan aksi social, setelah itu mereka mulai keliling kampus yang ada dikawasan Bukit Besar ini dan langsung membagikan berbagai striker, Brosur, menyematkan pita kepedulian bahaya narkoba dan juga penggalangan dana.
M Hamdi Menteri Olahraga BEM Polsri yang juga koordinator aksi pagi saat dibincangi Palembang Ekspres disela-sela sosialisasi narkoba kemarin (26/6) menuturkan, aksi social yang digelarnya ini sebagai bentuk keprihatinannya terhadap pemuda yang sudah ketergantungan obat psikotropika. Baginya, narkoba menjadi factor utama merusak jiwa remaja. “Say no to drugs itulah komintmen yang kita pegang,”ujarnya.
Aksi ini sendiri merupakan aksi pertama yang dilakukan BEM ini. Pasalnya baru jumat (25/6) BEM Polsri dilantik. Namun karena moment pemberantasan narkoba, karenanya pihaknya langsung terjun ke lapangan guna mensosialisasikan bahayanya menggunakan narkoba. “Umur kita baru satu hari, meskipun demikian kita tetap menggelar aksi social ini. Itung-itung gebrakan BEM kita,”kata Hamdi.
Penggalangan dana sendiri lanjut Hamdi, dilakukan untuk membantu operasional tempat rehabilitasi narkoba. Baginya melalui tempat tersebut, seorang pecandu narkoba akan dapat diobati. “Rehabilitasi narkoba sangat penting untuk menyelamatkan kehidupan kita, karena itu menginspirasikan kita untuk melakukan penggalangan dana sehingga operasional rehabilitasi tersebut dapat dilakukan dengan lancar,”Harapnya.
Hal senada juga diungkapkan Dwi Cahyo Menteri Luar Kampus BEM Polsri. Kepada Koran ini dia mengatakan, narkoba menjadi factor utama yang dapat menghalang kreatifitas dan prestasi remaja saat ini. Karena jika sudah ketergantungan dengan obat-obatan ini, sikap dan tingkah laku remaja tersebut terus menuntut untuk dapat menggunakan obat tersebut, begitu juga dengan semangatnya, jika sudah tercandu maka semangat dari remaja tersebut akan hilang. “Wah jangan sekali-kali deh kenal dengan narkoba, karena jika kita sekali saja menggunakan obat jenis itu, maka kita akan ketergantungan,”katanya.
Karena itulah, moment hari narkoba internasional ini menjadi salah satu moment untuk dapat mensosialisasikan bahayanya narkoba. Sehingga kedepan, remaja akan sadar akan bahaya obat tersebut, sehingga dengan nalurinya sendiri tidak mau menggunakan obat ini. “Biasanya pengaruh pengguna narkoba ini karena factor lingkungan, karena itu kita harus pintar mencari teman sehingga tidak sampe terjerumus ke bahayanya obat ini,”harapnya.
Karenanya untuk menghindari penyalahgunaan obat ini, kegiatan ekskul menjadi peran penting. Karena melalui kegiatan ini maka perhatian pelajar akan disibukkan pada kegiatan positif. “Mending ikut ekskul atau organisasi lainnya, sehingga perhatian bisa diorientasikan untuk menggali kreatifitas atau semacamnya,”imbuhnya.

Adu Akting 6 Pelajar Palembang Dengan Artis

Aksi Panggung Musical Pertama Di Indonesia Siswa dengan Artis

JAKABARING. PE – Aksi koreografi musikalisasi selama 3 jam yang diperankan sejumlah siswa kreatif mampu mengundang decak kagum ratusan pelajar Palembang. Pagelaran di aula Ogan Permata Indah Convention Centre ini kemarin (26/6), menjadi aksi panggung musical pertama di Indonesia. Karena pada musikalisasi ini, siswa dan artis idolanya beradu acting bersama mulai dari seni peran, tari dan tarik suara.
Aksi kocak Muhammad Haikal yang berperan menjadi guru mampu mengocok perut ratusan remaja yang memadati aula. Kemudian cerita cinta dan persahabatan yang diperankan Petra Sihombing dan Ghea Dahliana serta siswa terpilih, menggambarkan kehidupan remaja. Tidak sedikit ratusan pelajar ini terhanyut dengan cerita. Di sela-sela kehanyutan cerita tersebut, tiba-tiba performa Chancuter’s, mampu memberikan nuansa keceriaan dan kegembiraan.
Aksi panggung dan koreografi bertemakan Fanta The Play Musical ini boleh jadi wadah kreatifitas bagi remaja dalam berakting. Nah, pada aksi panggung yang baru pertama kali di Indonesia, ada 6 siswa Palembang yang terlibat. Tentu saja, untuk dapat berkesempatan tampil di fanta The Play Musical ini, harus melewati berbagai audisi.
Keberhasilan 6 siswa asal Palembang ini setelah berhasil menyingkirkan 157 siswa lainnya saat audisi. Adapun siswa tersebut diantaranya M Fitrayansyah dari SMAN 19, Silvia Mira Utami SMAN 13, M Ardi Syaputra MAN 1, Raam Syafutro Rianto MAN 1, Meriza Putri Ananda SMP Muhammadiyah 4 dan Clarisa Pavita SMPK Frater Xaverius 1.
Amelia Syafrina Nasution, Marketing Manager Flavors PT Cola-Cola Indonesia mengatakan, Fanta The Play Musical menjadi aksi panggung musical pertama di Indonesia yang menyatukan siswa dengan artis idola.
“Lewat kegiatan ini kita mencoba untuk menampung aspirasi remaja dalam seni peran, tari dan nyanyi,” akunya.
Dikatakannya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil mempertunjukkan aksi panggung musical, sehingga dapat menjadi wadah untuk menunjukkan bakat dan kreatifitas sekaligus berkompetisi dalam audisi terbuka untuk kategori siswa.
“Kita sudah melakukan audisi di 17 kota di Indonesia, Palembang ada 6 siswa terpilih setelah mengalahkan 157 siswa lainnya. Audisinya sendiri meliputi menyanyi, menari dan berakting di radio yang sudah kita tunjuk,” jelas Amelia.
Aksi musical ini sendiri akan mengunjungi 10 kota di Indonesia, seperti Palembang, Pekan baru, Medan, Samarinda, Yogyakarta, Makasar, Bandung, Semarang, Denpasar dan Jakarta.
“Palembang ini kota ke 5 setelah Surabaya, setelah ini kita akan mengunjungi Jogjakarta 3 Juli mendatang,” akunya.

Muhammad Haikal AFI 2

Ada Kemauan, Ada Jalan

PERFORMA seorang guru yang diperankan Muhammad Haikal dalam mementaskan parade musikal mampu mengocok perut ratusan remaja di Ogan Permata Indah (OPI) Convention Centre, Sabtu (26/6). Gayanya yang kocak, nampaknya jauh dari kesehariannya yang terlihat sang penjantan sejati. Tapi itulah Haikal, cowok jebolan Akademi Fantasy Indosiar (AFI) 2, mampu mengolah tubuhnya hingga mampu dengan sempurna memerankan seorang guru yang berkarakter kocak.
Saat ditemui di belakang panggung, rasa optimis menjadi modal utama dalam setiap bidang. Jika ada kemauan pasti ada jalannya, itulah prinsip yang dilontarkannya.
Prinsip bukan hanya prinsip, tapi prinsip tersebut dilatihnya hingga dapat menampilkan performa yang sempurna. Diakuinya, untuk memerankan guru tersebut, butuh waktu 1 bulan. “Semua tidak ada yang susah jika kita pahami, dan seriusi,” katanya.
Meskipun demikian, bukan berarti dunia tarik suara akan ditinggalkannya. Menyanyi terus dilakoninya, hanya saja saat ini dia ingin memperluas potensi yang dimilikinya. “Nyanyi tetep, semua bidang memang harus dilakoni,” tukas cowok lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Pengikut