Minggu, 27 Juni 2010

The Changcuters

Foto Trisno Palpres


Album Ketiga, Tidak Ada Main Serong


AKSI kocak The Changcuters di Ogan Permat Indah (OPI) Convention Center sabtu (26/6) mampu menghipnotis ratusan remaja yang memadati perhelatan musikal Fanta The Play Music. Lewat lagu pembukanya ‘Suka-Suka’ mampu menarik remaja metropolis untuk maju mendekati Panggung.
Belum lagi histeris dengan ‘Suka-Suka’, band yang digawangi Mohammad Tria Ramadhani alias Tria (Vokal), Muhammad Iqbal atau Qibil (Backing Vocal dan Gitaris), Arlanda Ghazali Langitan Atau Alda (Gitaris), Dipa Nandastra Hasibuan atau Dipa (Bassis), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (Drumer) kembali menarik perhatian dengan lagu andalannya ‘Racun Dunia’. Tidak sedikit remaja di kota metropolis ini berjingkrak-jingkrak. “Apa kabar Palembang, pemuda Palembang dikenal semangat dan tidak gampang loyo. Ayo buktikan!” ujar Tria kepada ratusan pengunjung yang menyemuti mereka.
Nah pada lagu ketiganya, mantan kekasih Tyas Mirasih ini memainkan Harmony, kian menambah kesan menakjubkan pada performa band yang dibentuk di Bandung tahun 2005. Selanjutnya band yang menamakan diri Changcuters yang berarti Cahaya ini, kembali mendendangkan lagu-lagunya seperti Pria Idaman, Hijrah Ke London, I Love Bibeh.
Saat ditemui Palembang Ekspres seusai manggung, Tria mengakui performa kedua mereka di Palembang ini mengalami kendala pada audio. Menurut dia, suara audio musik kali ini tidak menyebar ruangan. “Audionya kedengaran seperti melembab menjadi satu, tidak menyebar ke dalam ruangan. Ya untuk mensiasatinya kita memaksimalkan visual dan bahasa tubuh,” aku Tria.
Dikatakannya, untuk tahun ini band yang mulai sukses setelah digaet Sony-BMG belum mengeluarkan album yang ketiga. Kendati demikian, saat ini band ini sudah membuat berbagai persiapan untuk mengisi tema pada album terbarunya ini. “Kita sich tidak berkomitmen banyak album banyak rezeki, tapi saat ini kita sudah memikirkan tema lagunya, Ya yang jelas tidak main serong seperti album kedua. Kemungkinan tahun 2011, baru bisa mengeluarkan album ini,” tandasnya.

Jumat, 25 Juni 2010

123 Siswa Paket C Tidak Lulus

DR Wahidin. PE – Kehadiran jalur program Paket C atau setara dengan pendidikan SMA di tengah masyarakat bisa jadi upaya masyarakat untuk mendapatkan ijazah sederajat SMA di usianya yang sudah tidak lazim lagi untuk mendapatkan pendidikan.
Mendapatkan ijazah Paket C ini memang relatif mudah dibandingkan jika sekolah pada tingkat atas atau SMA. Mulai dari waktu pendidikannya hingga jam pelajaran yang diterapkan pada SMA. Namun untuk mendapatkan Paket C ini, bukan berarti tidak ada ujian. Sama halnya dengan SMA, untuk mendapatkan ijazah pada program Paket C ini, siswanya harus mengikuti ujian yang dilangsungkan dinas pendidikan.
Nah, rupanya ujian Paket C di kota Palembang sudah berlangsung sejak hari Selasa (22/6), dan kemarin (25/6) merupakan hari terakhir ujian program ini. Sebanyak 569 siswa yang mengikuti ujian ini, ada 123 siswa yang tidak lulus.
Hal itu diungkapkan Basni Kasi Paud dan Kesetaraan Disdikpora kota Palembang. Dia mengatakan, pada periode pertama ini ada dua program yang di ujikan yakni Paket C yang setara dengan SMA dan ada juga Paket C yang setara dengan Kejuruan. “Untuk Paket C setara kejuruan ada 4 mata uji yakni PPN, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika,”ujarnya.
Dari ujian yang dilangsungkan, ternyata ada 123 siswa yang tidak lulus alias gagal. Rinciannya 1 orang dari Paket C setara SMA, dan 122 orang Paket C setara kejuruan atau dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Bagi yang tidak lulus pada ujian kali ini, bisa juga memanfaatkan periode ke dua yang akan digelar bulan November. “Bagi yang tidak lulus bisa mengikuti Paket C periode ke 2 yang insya allah akan diselenggarakan bulan November ini,”katanya.
Masih kata Basni, bagi siswa yang tidak lulus pada periode pertama dan kemudian kembali mengikuti Paket C pada periode ke 2, tetap harus mengikuti seluruh mata pelajaran yang diujikan. Hanya saja, nilai yang diambil dari nilai terbaik pada saat mengikuti Paket C periode pertama. “Untuk penilaiannya sendiri kita melibatkan Disdik Sumsel dan Kementrian Pendidikan Nasional. “Untuk Disdik Sumsel sendiri pada saat scanning (pemindaian.red) LJK, sedangkan untuk Kementrian Pendidikan Nasional pada saat scooring atau penilaian,”jelasnya.
Terpisah Astuti Yudo SS tim pusat Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Non Formal (PNF) saat dibincangi di sela-sela lokakarya dan sosialisasi BAN PNF kepada koran ini mengatakan, Fungsi Paket C adalah memberikan pendidikan bagi masyarakat yang sudah berumur. “Umur dalam pendidikan memang menjadi hal yang penting, jika sudah tua tapi ingin sekolah lagi, pastinya akan malu. Karena itulah ada Paket C ini yang setara pendidikannya dengan SMA,”katanya.
Namun lanjut Astuti, jika siswa SMA yang tidak lulus mengikuti ujian nasional ataupun ujian ulang dan sebagai jalan keluar ikut Paket C, menurutnya itu sudah salah jalur. Karena Paket C ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sudah tidak memiliki waktu yang luang untuk belajar. “Tapi saat ini rasanya sudah jarang siswa yang mengikuti Paket C ini, karena jika tidak lulus pada UN bisa diikutsertakan pada ujian susulan atau tambahan,”tutupnya.

PAUD Harus Terakreditasi

DR WAHIDIN. PE – Keberadaan PAUD di tengah masyarakat luas sangat membantu masyarakat. Khususnya yang memiliki ekonomi rendah untuk menyekolahkan anaknya di usia dini.
Keberadaan PAUD ini membuat masyarakat tidak bisa berkelit untuk tidak bisa menyekolahkan anaknya sejak dini. Biaya yang murah serta letaknya yang strategi di tengah masyarakat memberikan kemudahan untuk menyekolahkan anak.
Namun biaya yang murah diterapkan PAUD, membuat sejumlah masyarakat mendiskriditkan keberadaan lembaga non formal ini. Image pendidikan tidak berkualitas menjadi kekhawatiran sejumlah masyarakat. Apalagi saat ini TK berlomba-lomba menggandeng lembaga pendidikan luar negeri untuk kemudian diterapkan di lembaga pendidikannya seperti Singapore learning dan masih banyak lagi.
Padahal beda antara PAUD dengan TK hanya terletak pada jalur perolehannya saja. Jika TK terletak pada jalur pendidikan formal sedangkan PAUD terletak pada jalur non formal. Namun setelah selesai belajar di kedua lembaga pendidikan tersebut bisa langsung masuk ke SD.
Karena itulah, untuk menghilangkan image tersebut, PAUD juga harus di akreditasi. Hal itu terungkap saat Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Non Formal (PNF) pusat menggelar lokakarya dan sosialisasi kepada seluruh lembaga yang termasuk PNF termasuk PAUD di aula Disdikpora Kota Palembang kemarin (25/6).
Astuti Yudo SS, anggota BAN PNF saat ditemui koran ini mengakui untuk melihat peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai akreditasi yang diperoleh sekolah tersebut.
“Tujuan dari akreditasi itu untuk mengetahui kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur PNF di setiap jenjang dan jenis pendidikan lembaga itu,” jelasnya.
Dikatakannya, keakreditasian lembaga pendidikan pada dasarnya atas inisiatif dari pengelola pendidikan itu sendiri. Untuk memperoleh akreditasi juga relatif mudah, pengelola membuat surat permohonan dengan melampirkan surat izin lembaga, kemudian pihak BAN PNF sendiri akan mengirimkan instrumen sesuai dengan bidang yang dipilihnya.
“Jika membuat kursus bahasa Inggris, instrumen yang akan kita kirim juga berbahasa Inggris. Setelah diisi bisa langsung memberikan kepada BAN PNF, dan kita nilai. Jika kita nilai layak kita akan mengirimkan asesor ke lembaga itu,” jelas Astuti.
Asesor sendiri lanjutnya, bertugas melihat secara langsung keberadaan lembaga sesuai dengan pengisian instrumen. Jika hal yang krusial dari lembaga tersebut tidak ada, maka langsung ditolak pengakreditasiannya.
“Seperti contoh lembaga kursus jahit, namun setelah di survey mesin jahitnya tidak ada, maka itu langsung kita tolak,” tegasnya.
Sementara itu Drs Herman Burhan MSi, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) menuturkan, pengakreditasian dalam sebuah lembaga pendidikan sangat penting. Dengan akreditasi dapat lebih teratur mengenai administrasi, ketenaga kerjaan dan kelembagaan.
“Itu penting sekali karena menyangkut kualitas pendidikan di sekolah itu,” katanya.
Di Palembang, bidang PNF hanya baru ada 9 lembaga yang sudah diakreditasi. “Kita baru ada 9 lembaga yang sudah diakreditasi, tentunya kita menghimbau untuk segera mengakreditasikan sekolahnya,” harap Herman.
Pada lokakarya dan Sosialisasi BAN PNF ini dihadiri 43 orang yang terdiri dari kursus 24 orang, PKBM 16 orang, PAUD 8 orang dan PBM 5 orang.
“Dalam sosialisasi di Palembang ini kita mendapat bagian terakhir setelah BAN PNF road show ke berbagai daerah di Indonesia. Di Sumsel hanya Palembang dan Banyuasin saja,” ujar H Fathoni Husin Umri Kasi Kursus dan Kelembagaan Disdikpora Kota Palembang.

Kamis, 24 Juni 2010

‘Bulan Sabit” Bikin Haru Pisah Sambut Kadisdikpora



Bulan Sabit Yang Jatuh di Pelataran, Bintang Redup Tanpa Cahaya Gemilang... Lirik lagu ‘Bulan Sabit’ yang didendangkan mantan Kadisdikpora kota Palembang H Hatta Wazol SE MM yang didampingi Istri ini mampu membuat suasana haru pada pisah sambut Kadisdikpora kota Palembang kemarin (23/6) di aula SMKN 6 Palembang.
Tidak sedikit kepala sekolah di kota metropolis ini melambaikan tangan mengiringi lagu yang memiliki kenangan manis mantan Kadisdikpora ini di daerah Sarolangun, Jambi.
Pada pisah sambut yang diselenggarakan di aula SMKN 6 Palembang kemarin ini, pelaksana tugas (Plt) Kadisdikpora Kota Palembang Drs Riza Fahlevi MM juga mendendangkan lagu yang berjudul ‘Yang Pertama’.
Menambah suasana pisah sambut tersebut terasa akrab dan bersahabat. Pisah sambut ini juga dimanfaatkan oleh sejumlah jajaran Disdikpora kota Palembang untuk memberikan kenang-kenangan kepada Hatta Wazol yang kini menjadi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kota Palembang, mulai dari jajaran kabid di disdikpora, UPTD kecamatan hingga kepala sekolah.
Hatta kepada ratusan kepala sekolah mengatakan, hubungan baik yang sudah terjalin dengan kepala sekolah ini tentunya tidak putus hanya karena tidak dalam satu lembaga.
“Jika dulu saat masih di Disdik baju selalu dimasukkan, dimaklumin saja sekarang kalau bajunya tidak dimasukkan karena sudah sering main di pasar,” candanya.
Masih dalam sambutannya, kepala sekolah merupakan guru yang diamanahkan mendapatkan tugas tambahan. Karenanya, Kepsek harus menjadi contoh bagi guru dan siswanya.
Beberapa pesan dilontarkan Hatta kepada Kepsek yang hadir, yakni selalu mengutamakan performa, kuat dalam manajemen pendidikan dan mendidik dengan hati.
“Penampilan Kepsek harus meyakinkan. Bukan hanya itu saja, Kepsek juga harus memiliki manajemen pendidikan yang kuat, dan terutama dalam mendidik harus dengan hati,” pesan Hatta.
Sementara itu Riza Fahlevi plt kadisdikpora mengatakan, Hatta Wazol baginya merupakan tokoh reformasi. Meskipun hanya menjabat dalam kurun waktu yang singkat (1 tahun 5 bulan. red), sudah memberikan banyak ilmu kepadanya seperti Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya. “Pak Hatta sudah banyak memberikan ilmu kepada saya,”akunya.
Karenanya dalam menjalankan roda pendidikan di kota Palembang, dia akan menerapkan HEBAT, yakni Hablum minannas (Harmonis), Etika, Beriman, Analisa, Terbaik dan Terdepan. “Jika HEBAT sudah kita terapkan, Insya Allah kita akan selalu menjadi yang terbaik dan terdepan,”pungkasnya. RIS

Sistem Pendidikan Indonesia Masih Bobrok

Marzuki Alie Hadiri Pelantikan IKARAFAH

Jend Sudirman. PE – Kinerja sistem pendidikan di negara ini dinilai Ketua DPR RI Marzuki Alie masih bobrok.
Menurutnya, bobroknya kinerja pelaku pendidikan ini dilihat dari proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan sekolah.
Hal itu diungkapkannya sesuai menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Alamni IAIN Raden Fatah Palembang, kemarin (21/6).
“Hasil dari pengamatan saya, kinerja dari kementrian pendidikan kita tidak sesuai dengan kebutuhan. Contohnya jika yang dibutuhkan bulat diberi kotak,” ujarnya.
Masih dikatakannya, bukan hanya itu saja setiap penggandaan barang yang dipegang oleh pemerintah memang kerap kali tidak sesuai dengan sasaran. “Selama ini saya mengamati memang demikian, Cuma teken cair. Padahal itu tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada,” pungkasnya.
Mengenai lambatnya proses transformasi IAIN Raden Fatah Palembang menjadi UIN memang mengalami banyak kendala, baik pada moment maupun belum sesuai yang diisyaratkan. Seperti pada saat rektorat mengajukan proposal, saat itu sedang terjadi pergantian dewan.
Menurutnya, transfromasi status ini memang harus dipercepat. Pasalnya, dari sisi kualitas pendidikan IAIN sudah bisa dikategorikan pada UIN.
Terlebih saat ini banyak tokoh masyarakat Palembang yang sudah berkiprah di pemerintahan pusat, sehingga mempermudah transformasi tersebut. “Saat saya menerima proposal dari pihak rektor, bukan hanya bahasa Indonesia yang disajikan, bahasa Arab dan bahasa Inggris juga ada di proposal itu. Jadi saya nilai IAIN ini sudah sepatutnya menjadi UIN,” jelasnya.
Sementara itu, Ikatan Alumni IAIN Raden Fatah resmi dilantik oleh Rektor IAIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr H Aflatun Muchtar MA.
Adapun yang terpilih untuk memimpin Ikarafah hingga 4 tahun mendatang, H Syofwatillah Mohzaib SSosI, Sekretaris Umum Reza Fahlevi dan Bendahara Umum Fajri Ismail.
Syofwatillah Ketua Umum terpilih yang juga anggota DPR RI kepada ribuan alumni yang hadir mengatakan, secara literatur perguruan tinggi memiliki 3 fungsi, yakni fungsi pengembangan sumber daya insani, fungsi pengetahuan dan teknologi dan fungsi perubahan masyarakat (Agent Of Change.red).
“Ketiga fungsi perguruan tinggi ini harus benar-benar dipahami oleh para pengelola dan civitas akademika perguruan tinggi, seperti IAIN ini,” jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya, fungsi pertama yang di emban IAIN ini, yakni harus mampu membangun sumber daya insani (human resources development), selanjutnya perguruan tinggi ini juga harus mampu mengembangkan sains atau ilmu pengetahuan dan teknologi dan terakhir dapat melakukan perubahan di masyarakat sebagai agent of change menuju kearah yang lebih baik.
“Karena itu perguruan tinggi ini harus dapat mengelola, mengendalikan, merekayasa, memperbaiki dan mengkonstruksi masyarakat, baik tata sosialnya, perilaku sosialnya dan perubahan sosial lainnya,” pungkasnya.
Terlebih saat IAIN akan mengalami sebuah tranformasi status dari IAIN menjadi UIN. Tentunya selain peningkatan kualitas pendidikan yang diutamakan, proses transformasi ini juga harus mendukung oleh semua pihak.
Karena itu, melalui Ikarafah ini akan memaksimal mungkin mendukung transformasi ini. “Kita akan melakukan berbagai kegiatan. Untuk jangka pendek, Ikarafah akan mengadakan Raker di Jakarta, kemudian sosialisasi dan menginventarisir data alumni yang ada,” jelasnya.
Bukan hanya itu saja, pihaknya akan segera melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat yang berkiprah di Jakarta. Begitu juga dengan safari Ramadhan juga akan dilakukan.
Menurutnya, seorang lulusan IAIN harus mampu mentransformasikan ilmu agama yang dimiliki, hingga nantinya bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Rencana program kerja tersebut tidak lain dan tidak bukan untuk mendukung transformasi status IAIN menjadi UIN, sehingga dengan adanya tokoh masyarakat Palembang yang berkiprah di pemerintah pusat dapat menjadi jalan untuk mempercepat status yang kita harapkan itu,” tutur Syofwatillah. RIS

1.250 Kepsek Siap Berikan Hadiah MURI

Roadshow Super Spektakuler Mewarnai 10.000 Peserta

Mayor Ruslan. PE – Moment HUT ke-1326 kota Palembang akan mendapat hadiah luar biasa dari dunia pendidikan. Dalam rangka memperingati peringatan tersebut, dinas pendidikan dan olahraga (disdikpora) kota Palembang akan mencetak rekor dunia MURI yang akan dipersembahkan dalam rangka HUT kota metropolitan ini.
Direncanakan pencatatan rekor dunia MURI ini akan dicetak oleh seluruh siswa yang ada di kota Palembang dalam mengikuti mewarnai diatas baju kaos sebanyak 10.000 peserta yang diselenggarakan Disdikpora kota Palembang, Palembang Ekspres dan Artline di Benteng Kuto Besak (BKB) 31 Juli mendatang.
Kemarin (22/6) bertempat di aula SMKN 6 Palembang, sebanyak 1.250 kepala sekolah tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA siap menyukseskan kegiatan super spektakuler tersebut.
Terlebih Palembang Ekspres beberapa waktu lalu sudah berhasil menggelar kegiatan spektakuler yang berhasil menghimpun sebanyak 2.500 peserta untuk tingkat PAUD, TK dan SD di Kambang Iwak 22 Mei yang lalu.
Karenanya melihat massa lomba yang cukup besar, Walikota Palembang H Eddy Santana Putra MT menginstruksikan agar dapat melaksanakan kegiatan yang lebih besar lagi, sehingga dapat mencetak rekor dunia MURI.
GM Palembang Ekspres Julheri kepada ribuan kepala sekolah ini menuturkan, kegiatan yang akan digelar Palembang Ekspres ini sebagai bentuk apresiasi Walikota Palembang H Eddy Santana Putra MT pada saat menggelar lomba mewarnai spektakuler yang menghimpun 2.500 peserta dari anak pendidikan usia dini, TK dan SD di Kambang Iwak beberapa waktu lalu.
“Saat itu Pak Wali meminta kita agar dapat melaksanakan kegiatan yang lebih besar yakni 7.000 peserta, karena itu kita apresiasikan menjadi 10.000 peserta,” katanya.
Kegiatan ini sendiri direncanakan mencatat rekor dunia MURI kategori peserta terbanyak untuk kategori mewarnai diatas baju kaos dengan 10.000 peserta.
Pencatatan rekor dunia MURI ini akan diberikan kepada kota Palembang sebagai kado ulang tahun kota Palembang.
“Melalui kegiatan ini kita akan mencetak Rekor Dunia MURI, dan itu sebagai ulang tahun kota Palembang dari disdikpora kota palembang,”ujarnya.
Bukan hanya itu saja, ajang mewarnai super spektakuler ini juga sebagai bentuk dukungan dan menyemarakkan perhelatan akbar Sea Games 2011 yang akan digelar di kota ini.
Masih dikatakan Julheri, kegiatan mewarnai di atas baju kaos ini juga merangsang dan menggali bakat dan potensi yang ada pada siswa. Sehingga pelajar sebagai generasi muda dapat berpikir untuk membangun bangsanya.
“Selama ini memang sudah banyak kegiatan mewarnai, tentunya jika mewarnai di atas baju kaos memliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Hal itu memerlukan imajinasi dan kreatifitas pelajar kita,”pungkasnya.
Riza Fahlevi, pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikpora kota Palembang mengatakan, kegiatan mewarnai ini memberikan nilai positif dalam mengembangkan kreatifitas anak.
Karena pihaknya menghimbau agar seluruh kepala sekolah untuk dapat turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kepada seluruh kepala sekolah yang ada di kota ini, agar turut serta menyukseskan kegiatan Palembang Ekspres ini,” katanya kepada ribuan kepala sekolah ini.
Lebih jauh dikatakannya, kegiatan ini juga akan menjadi hadiah untuk kota Palembang sebagai kado ulang tahun ke-1326. “Kita akan menghadiahkan rekor MURI untuk kota Palembang,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun 2010 ini pihaknya juga menghimbau dan mengistruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak mengadakan transaksi jual beli bangku sekolah.
“Tidak ada proses jual beli bangku, dan PSB ini juga tidak diperkenankan seluruh kepala sekolah meminta biaya kepada wali murid, karena sudah di talangi dari dana BOS,” imbaunya. RIS

Siswa Tawuran, Tidak Boleh Sekolah Di Palembang

Mayor Ruslan. PE – Siswa yang sering menggelar tawuran disikapi serius oleh pelaksana tugas (plt) kadisdikpora kota Palembang Drs Riza Fahlevi MM. Pasalnya bagi siswa yang gemar tawuran dan dikeluarkan oleh pihak sekolahnya, maka siswa tersebut tidak boleh sekolah di kota Palembang.
Hal itu diungkapkannya saat silaturahmi dengan 1.250 kepala sekolah di aula SMKN 6 Palembang belum lama ini. Dikatakannya, sikap tawuran sangat bertentangan dengan dunia pendidikan. Apalagi tidak ada manfaat yang dihasilkan dari tawuran, bahkan juga dengan tawuran juga kerap kali membuat cidera bahkan bisa meninggal dunia. “Tawuran tidak mencerminkan orang yang terdidik, karena itu jika ada siswa yang gemar tawuran, dia tidak boleh sekolah di Palembang,”ujarnya kepada ribuan kepala sekolah yang hadir.
Bukan hanya itu saja, pada kesempatan tersebut pria yang dulunya menjabat Kepala bidang SMP/SM ini menegaskan, pada proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) tidak ada transaksi jual beli bangku. Jika ada siswa yang mengundurkan diri, maka kursi dari siswa yang ditinggalkan tersebut harus tetap kosong. “Jika ada kursi yang kosong karena ditinggalkan pemiliknya, kepala sekolah jangan menggunakan kesempatan itu dengan menarik siswa yang tidak mengikuti jalur yang tersedia,”tegasnya.
Pada penerimaan PSB ini pihak sekolah juga tidak diperkenankan untuk memungut biaya administrasi atau semacamnya. Dikatakannya, semua kebutuhan tersebut sudah di tutupi dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “PSB tidak boleh ada yang meminta uang, karena untuk biaya dari PSB ini sudah ada di BOS,”kata Riza.
Masih dikatakannya, jalur penerimaan PSB 2010 ini ada 3 macam, diantaranya Bersaing untuk mendapatkan sekolah yang statusnya RSBI atau unggulan, mengikuti jalur Penelusuran Minat Prestasi Akademik dan terakhir ikut pada jalur Tes Reguler yang dilaksanakan secara serempak disetiap sekolah. “Siswa bisa mengikuti jalur yang ada,”tegasnya.
Kepimpinannya di dunia Pendidikan saat ini, dia menerapkan kata kunci HEBAT yang berarti Hablumminannas, Etika, Beriman, Analisa, Terbaik dan Terdepan. Seperti Hablumminannas lanjutnya, jika hubungan antara pelaku pendidikan sudah harmonis maka seluruh program yang ada dapat berjalan dengan maksimal.
Begitu juga dengan Etika, seorang pendidik harus lebih mengutamakan etika dalam berbagai hal. Beriman, menjadi salah satu pondasi kuat yang harus dimiliki oleh semua orang. Analisa, sesuatu yang baru harus disikapi dengan menganalisa. Dan terakhir Terbaik dan Terdepan, dengan kata kunci HEBAT ini maka pendidikan di kota metropolis ini dapat menjadi yang terbaik dan terdepan. “Jika HEBAT sudah kita terapkan, insya allah kita akan selalu menjadi yang terbaik dan terdepan,”pungkasnya. RIS

Pengikut